Tuesday, February 8, 2011

Wanita yang menjadi pengasuh Rasulullah


Adalah anak yatim mendapatkan ganti pada selain ibunya, berupa kasih sayang dan pemeliharaan, seba¬gaimana dilakukan oleh Ummu Aiman. Berikut ini adalah kisahnya dari awal hingga akhir. Ketika itu penduduk Mekah sedang merayakan kemenangan terhadap tentera Gajah, sementara Aminah binti Wahb lebih suka mengasingkan diri dan tinggal sendirian. Dia ingin herbahagia dengan janin yang dirasakannya dalam kandungan. Akan tetapi, dia segera teringat suaminya yang tidak ikut merasakan kebahagiaan dengan kenikmatan tersebut. Akan tetapi, cahaya yang dilihatnya telah memenuhi seluruh anggota tuhuhnya berupa pancaran, kejernihan serta kebahagiaan dan membuat dia lupa akan penderitaan yang dialaminya. Allah telab menimbulkan simpati di dalam hati orang-orang yang dipenuhi cinta dan kasih sayang terhadap anak yatim ini. Oleh kerana itu, sahaya perempuan dari Habsyah yang telah diwarisi anak yatim dari ayahnya yang telah tiada, begitu melihat-nya, Allah memasukkan rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hatinya kepada anak yatim itu, sehingga dia menyukainya. Maka, sahaya itu mengasuh dan menyayangi serta mengutamakannya dengan tambahan cinta dan kebajikan serta kasih sayang yang biasa memenuhi hati para ibu. Hal itu berlangsung hingga datang wanita yang menyusuinya ke Mekah, lalu mengambilnya (Nabi Muhammad) dari asuhannya dan asultan ibunya, kemudian membawanya ke dusun. Ummu Aiman bersabar atas kepergian dan perpisahan ini. Setelah jut, bayi yang sudah mulai tumbuh itu kembali dari dusun ke Mekah, kepada ibu dan pengasuhnya untuk menikmati kasih sayang dan pemcliharaan mereka berdua. Kemudian ibu anak ini membawanya ke Yatsrib untuk men¬ziarahi saudara-saudara ibunya dari bani Najjar. Pengasuh itu ikut !mkt bersama mereka, berdua, dan anak ini pun menikmati kasih sayang dari kedua hati yang !Idia. Setelah anak dan ihu ini berziarah ke tanah yang dijanjikan, dia pun kembali bersama kedua ibunya yang mulia ke kampung halamannya, Mekah. Akan tetapi, belum begitu _With anak int dari Yatsrib, sang ihu jattilt sakit, sebagaimana yang dulu menimpa ayahnya sebelum sarnpai ke Mekah. Tatkala anak itti tiba di Abwa', datanglah kematian merenggut ibunya, sebagaimana is telah merenggut ayahnya. Maka, anak itu menjadi yatim piatu sebagaimana dikehendaki Allah. Dia telah kehilangan ibu dan ayah. Sekarang, tinggallah dia bersama pengasuhnya. Lalu dibawanya kepada bapa saudaranya scorang diri, dipelihara oleh hatinya yang mulia. Sejak waktu itu, Ummu Aiman menjadi ibu dari anak itu. Dia memeliharanya ketika bayi dan remaja hingga memasuki usia dewasa dan berkeluarga. Maka Muhammad saw membebaskan dan mengembalikan haknya yang penult dalam kehidupan yang mulia. Kemudian Ummu Aiman kahwin dengan seorang laki-laki dari penduduk Yatsrib yang bermukiin di Mekah. Ummu Aiman hidup bersamanya selama masa yang dikehendaki Allah. Kemudian dia pergi bersamanya ke Yatsrib. Ketika suaminya meninggal, dia pun kembali kepada anaknya yang pertama, dan ikut pula anaknya yang kedua, Aiman bin Ubaid. Ummu Aiman memelihara anak yatim ini bersama anaknya, dan hidup penuh dengan kebahagiaan. Allah menyempurnakan nikmat-Nya atas anak yatim ini. Dia pun tidak lupa terhadap ihu angkatnya ini. sehingga Nabi SAW mengungkapkan perasaannya terhadap Ummu Aiman dengan perkataan kesetiaan: "Sesungguhnya dia (Ummu Aiman) adalah sisa dari keluargaku." Nabi SAW sangat berharap agar Ummu Aiman hidup dengan senang. Maka beliau herkata kepada sahabat-sahabatnya: "Barangsiapa ingin kahwin dengan sesorang wanita calun penghuni syurga, hendaklah dia kahwin dengan Ummu Aiman." Maka segeraiah bekas sahayanya, Zaid mengahwini Ummu Aiman. Ummu Aiman hijrah dari Mekah ke Madinah murk menyusul prang yang paling dicintainya. Tiada yang rnenghiburkannya di jalan, kecuali imannya. Dia tiha di Madinah dan bertemu dengan anak-anaknya yang menyambut dan menyayanginya. Dia habiskan hari-harinya bersama Nabi SAW di Madinah, dan nyaris tidak pernah meninggalkannya. Kita mengetahuinya dalam Perang Uhud, ketika menyaksikan peperangan bersama kaum muslimin. Dia mengedarkan air clan memberi minuet orang-orang yang terluka Berta yang mengalami kepayahan. Ummu Aiman ikut dalam Perang Khaibar bersama anaknya, menolong kaurn muslimin dan merawat mereka dengan kasih sayang.

Di masa damai, Nabi SAW bercanda dengannya, akan tetapi beliau hanya mengatakan yang benar. Tatkala Nabi SAW kembali kepada Penciptanya, Ummu Aiman menangis atas terputusnya wahyu sebab kewafatannya. Ummu Aiman juga menyaksikan kematian Umar dan mengucapkan perkataan: "Sekarang, Islam menjadi lemah". Di awal pemerintahan Uthman, Ummu Aiman menghadap Tuhannya claim kcadaan redha dan diredhai. Inilah dia, Ummu Aiman, bekas sahaya Rasulullah SAW dan pengasuhnya yang diwarisi dari ayahnya, lain Nabi SAW membebaskannya ketika beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Dia menikah dengan Ubaid bin Zaid dan melahirkan anak bemama Amman. Aiman menjadi sahabat Nabi SAW dan terbunuh pada Perang Hunain. Said bin Haritsah adalah bekas sahaya Khadijah binti KhuwaiIid. yang diberikan kepada Rasulullah SAW, lain dibebaskan dan dinikahinya dengan Ummu Aiman setelah beliau menjadi Nabi, dan melahirkan Usamah bin Zaid. Ummu Aiman hijrah dua kali dan meriwayatkan lima hadis dart Nabi SAW. mengucapkan perkataan: "Sekarang, Islam menjadi lemah". Di awal pemerintahan Uthman, Ummu Aiman menghadap Tuhannya claim kcadaan redha dan diredhai. Inilah dia, Ummu Aiman, bekas sahaya Rasulullah SAW dan pengasuhnya yang diwarisi dari ayahnya, lain Nabi SAW membebaskannya ketika beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Dia menikah dengan Ubaid bin Zaid dan melahirkan anak bemama Amman. Aiman menjadi sahabat Nabi SAW dan terbunuh pada Perang Hunain. Said bin Haritsah adalah bekas sahaya Khadijah binti KhuwaiIid. yang diberikan kepada Rasulullah SAW, lain dibebaskan dan dinikahinya dengan Ummu Aiman setelah beliau menjadi Nabi, dan melahirkan Usamah bin Zaid. Ummu Aiman hijrah dua kali dan meriwayatkan lima hadis dart Nabi SAW.



Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 comments:

Post a Comment

 
Banner Maker

ISLAM WAY OF LIFE Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by akamil6